Kamis, 16 Februari 2012

Workshop Jurnalistik Mahasiswa

Isi Goodie Bag
    Acara Workshop  Jurnalistik ini diselenggarakan Hotel Patra Semarang ini dihadiri dari perwakilan lembaga pers, baik dari UNDIP maupun dari universitas lainnya. Tiap peserta acara ini mendapat goodie bag yang isinya dua buah buku (Standar Kompetensi Wartawan dan satu buku mengenai aturan pers serta kode etik jurnalistik), dua buah poster tentang kode etik jurnalistik, block note, name tag, materi workshop, serta piagam. Dalam acara ini, materi yang diberikan menarik dan pesertanya terlihat sangat antusias terutama ketika sesi tanya jawab.
    Prof. Bagir Manan, S.H.,M.C.L., menjadi salah satu pembicara dalam workshop ini. Beliau menjelaskan mengenai permasalahan pers di Indonesia yang sudah bebas tetapi masih dibayang-bayangi oleh ketakutan akan hukum seperti berita yang dianggap mencemarkan nama baik, misalnya. Oleh karena itu, beliau menyarankan pada jurnalis muda seperti kita ini untuk mematuhi kode etik jurnalistik agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Prof. Bagir Manan sendiri juga berkata bahwa pers-nya mahasiswa jangan hanya terkotak dengan berita dalam kampus saja, tetapi berani keluar menuju ke masyarakat.
Prof. Bagir Manan, S.H.,M.C.L.,selepas acara workshop

    Pembicara selanjutnya yaitu Bapak Muhammad Ridlo mengenai bisnis dalam pers. Beliau menjelaskan bahwa koran ataupun lembaga pers lainnya akan hancur jika tidak memiliki wartawan yang profesional. Karena banyak para wartawan yang bekerja mencari berita untuk surat kabar tertentu tetapi kualitas dari berita yang ada masih kurang bahkan tidak menarik masyarakat. Sehingga membuat orang-orang enggan membeli koran tersebut.
    Pak Sasongko dari Suara Merdeka, pembicara ketiga dalam workshop ini menjelaskan bahwa pers mahasiswa itu harus berani menyuarakan kejujuran. Bukan hanya isapan jempol layaknya wartawan infotainment. Beliau juga punya pendapat yang sama dengan Prof. Bagir Manan bahwa berita yang bisa didapat oleh pers kampus jangan hanya yang ada di dalam kampus tetapi juga harus keluar, mengikuti perkembangan masyarakat yang ada saat ini.
suasana acara workshop

    Bila ketika pembicara ini masih membicarakan mengenai pers dalam media cetak (menyinggung sedikit juga mengenai media elektronik seperti televisi) maka bereda dengan Bapak Bekti Nugroho yang membahas mengenai aturan-aturan pers dalam media online. Karena meskipun dalam dunia maya yang bisa dihapus begitu saja berita yang kita buat, tetapi bagaimanapun juga kita juga harus bisa bertanggung jawab mengenai isi yang kita buat.

By: Dita_Nuansa

2 komentar:

  1. request dong..
    isinya banyakin cerita tentang hewan2. sekalian mau minta ulasan tentang ayam negri & ayam kampung. :D

    BalasHapus
  2. Iya, kami sedang cari bahan untuk mengulas mengenai hewan (karena banyak mahasiswa fakultas peternakan yang sekarang sudah memiliki peternakan kecil-kecilan). Tapi memang masih agak susah untuk mengontak mereka. Usulan mengenai ulasan tentang ayam negeri dan ayam kampung kami tampung dulu yaaah...

    BalasHapus